Senin, 29 Desember 2014

MEMOAR SANTRI



Berstatus Santri… :)

“Tiga Santri Satu Mimpi”
Sumber : Google

Masih lekang dalam ingatan, sekitar dua tahun silam. Ketika masih berstatus sebagai santriwati di Pesantren Modern Al-Kautsar Al-Akbar, Medan, Sumatra Utara. Tiga santri itu memiliki segudang impian yang menjadi penyemangat mereka ketika menuntut ilmu. Impian yang mereka bangun dengan penuh kesungguhan. Impian besar menurut mereka ketika waktu itu. Salah satu impian itu ialah mereka bermimpi hendak melanjutkan kuliah ke Al-Azhar, Kairo, Mesir. Maka dua tahun adalah waktu yang tersisa untuk menekan hafalan Al-Qur’an mereka waktu itu.  But I’m Not Hafidzah :D Because I’m not memorize all of surah in Al-Qur’an, only little :) 

Kamis, 25 Desember 2014

Jogja Membaca 4




JM 4.....
Fhoto bersama Wakil Walikota, Kepala BPAD, dan Ketua Panitia JM4


Jogja Membaca 4 merupakan salah satu kegiatan tahunan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan khususnya dikoordinatori oleh Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat. Namun dalam implementasinya semua divisi ikut andil dalam kegiatan ini. Jogja Membaca tahun 2014 ini merupakan kegiatan Jogja Membaca yang ke-4 sehingga disebut “Jogja Membaca 4” dan bertepatan pada 20 Desember 2014 di Titik Nol KM, Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB.
Puisi & Menyanyi "Indonesia Pusaka"
Acara ini dibuka dengan sambutan-sambutan dari Kepala BPAD Yogyakarta (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah), Wakil Walikota Yogyakarta, saudara Habib Abidullah selaku ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan saudara Wahyudin Rizal selaku ketua panitia dalam kegiatan Jogja Membaca 4. Setelah itu acara berlanjut pada sesi Orasi Baca dan Pembacaan Puisi yang diwakili oleh setiap divisi. Kebetulan saya berkesempatan menjadi salah satu perwakilan dari Divisi Pers dalam pembacaan puisi. Puisi yang say abaca adalah karya KH. Musthafa Bisri (Gus Mus) yang kemudian saya adaptasi sehingga liriknya ada yang berbeda. Dan diakhir puisi saya tutup dengan lagu Indonesia Pusaka.
Dua pengunjung cilik di JM4
Kegiatan berlanjut mengajak masyarakat Jogja untuk membaca buku yang sudah disediakan. Ada beberapa rak buku. Satu rak buku yang besar untuk dibaca dan tiga rak buku yang sedang merupakan koleksi yang boleh dibawa pulang oleh pembaca. Yah, ini adalah salah satu kegiatan Books giving party kepada masyarakat Jogja. Saya ingat sekali, kalau Jogja Membaca tahun lalu itu saya bertemu dengan dua anak kecil yang selain sekolah mereka juga bekerja sebagai pengamen cilik. Namun ternyata mereka sangat suka membaca, sehingga waktu itu saya arahkan mereka untuk memilih buku anak-anak yang mereka suka untuk mereka bawa pulang. Senang sekali melihat rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Nah, ternyata di tahun ini  saya juga bertemu dua anak kecil yang juga masih sekolah SD. Mereka suka membaca dan sering berkunjung ke perpustakaan. Sama seperti tahun lalu, mereka memilih buku anak yang mereka sukai untuk dibawa pulang. Mereka memilih buku cerita anak berbahasa inggris. Wow, keren dek :D Setelah itu mereka berfhoto ria di Photoboth. Namun mereka malu-malu jika hanya berdua, lantas saya temani mereka berfhoto sambil menampakkan buku yang mereka pilih. Jepret :D
Di penghujung acara rintik hujan mengguyur kota Jogja. Sebelum itu kami makan siang dulu dan diakhiri dengan makan buah serta berfhoto ria bareng semua anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan para Demisioner yang hadir. Setelah itu, kami pun berkemas-kemas membereskan semuanya. Dan bergegas pulang.

Gallery : 


Senin, 22 Desember 2014

JOGJA MEMBACA 4



Editions of poetry readings in order one "Jogja Membaca 4" activities.
Pembacaan Puisi
Dalam rangka “Jogja Membaca 4” pada 20 Desember 2014, salah satu kegiatannya adalah membaca puisi. Kebetulan saya dipercaya dari divisi pers sebagai perwakilan untuk membacakan puisi dihadapan masyarakat Jogja tepatnya di Titik Nol Kilometer. Tumbuh rasa nasionalisme yang mengharu-biru ketika membacakan puisi tersebut, puisi seorang Kyai masyhur tapi juga seorang seniman, penyair dll. Puisi beliau sengaja saya adaptasi supaya berkaitan dengan “Merangkai Jogja dengan Membaca” yang menjadi tema Jogja membaca 4 tahun ini. Sehingga ada yang berbeda lirik puisi dibawah ini dengan puisi asli beliau.

Senin, 17 November 2014

Dear Mama..





Surat Cinta Untuk Ibu

Teruntuk Ibu tercinta nan jauh disana
Semoga Allah selalu menjaga Ibu, karena Dia-lah sebaik-baik penjaga
Dari Ananda yang selalu merindukan Ibu…

Setiap menatap wajah sendumu, Ibu… Sukar untuk mengungkapkan bagaimana perasaanku. Bagi empat orang putra-putrimu Engkau bak batu karang yang selalu tegar dan kuat menghadapi tamparan ombak yang selalu menghampiri. Engkau bak matahari yang selalu membagi sinarmu untuk kami putra-putrimu, Ibu.. Entahlah, begitu tegar dan lembutnya hatimu Ibu. Terkadang hati kecil ini bertanya-tanya, terbuat dari apa hatimu Ibu hingga Engkau sanggup menghadapi segala yang terjadi.

Jumat, 07 November 2014

Gadis Semata Wayang

--Bismillah...


Ya, ini hanya secuil tentang gadis semata wayang (karena hanya perempuan satu-satunya di keluarga selain Ibu hehe) yang kini tengah menyandang titel sebagai mahasiswi di kota pelajar, Yogykarta.  Yogyakarta akan menjadi saksinya; titik kedua perjalanannya setelah mengarungi lautan ilmu di sebuah pesantren modern di Medan, Sumatra Utara.

Rima Esni Nurdiana, itulah nama pemberian orang tuanya.

Rima Esni Nurdiana lahir diujung Sumatra bernama Takengon, Aceh Tengah pada tanggal 8 Mei 1995, merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Rinduku untukmu :
Ayahanda..
Ibunda…
Adikku, Riansyah Putra Merdeka..
Adik kembarku, Azma Refanda dan Azmi Refandi…

Kehidupan masa kanak-kanak terlewati disebuah desa hingga akhirnya ia harus pergi meninggalkan kampung halaman tercinta untuk menuntut ilmu. Ingin hati menuntut ilmu di Pesantren Modern Banda Aceh. Namun ingin hati Ayahanda dan Ibunda gadis semata wayang ini menuntut ilmu di Medan, Sumatra Utara. Akhirnya dengan berbekal niat dan doa kedua orangtua, gadis semata wayang ini pergi menuju ladang jihad dengan penanya di Medan. Ingat ridha dan restu kedua orang tua lah yang utama. :)

Well, tak buang-buang waktu sejak pertama menjejak di pesantren modern di Medan, gadis ini mulai membuat target-target jangka pendek dan jangka panjang dengan tujuan yang jelas. Ia menikmati masa belajarnya di pesantren modern tersebut dengan penuh suka cinta. Ia mengemban banyak amanah dan disibukkan dengan rutinitas sebagai santriwati dan juga pengabdian. Hingga detik itu tiba, ia di wisuda. Sebelum wisuda ia sempat mengikuti test besiswa ke Universitas Al-Ahgaff Yaman. Namun "Yogyakarta" adalah kota yang ingin ia jejaki untuk menuntut ilmu kala itu. 

Sampai di kota gudeg ini, target selanjutnya sudah terencana dan siap untuk diaplikasikan. Kini, ia sedang disibukkan dengan dunia kampus, dunia pondok, dunia organisasi, dunia mengajar.
  • Mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK).
  • Mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
  • Mengabdi sebagai pengurus di KMNU UIN SUKA (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama).
  • Masih sibuk berkegiatan di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.
  • Masih sering memantau kegiatan di KOMNAD (Komunitas Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam).
  • Masih latihan pencak silat Pagar Nusa
  • Sibuk liputan karena jadi Jurnalis dan Wartawan di ALUS.
  • Sibuk nge-blog.
  • Sibuk traveling. 
  • Sibuk menyelesaikan tulisan-tulisan yang harus dibukukan.
  • Dan sedang sibuk Proposal-KKN-PPL-Skripsi-Munaqosyah-Wisuda

Bismillah, dengan blog kecil ini semoga cita-cita Rima Esni Nurdiana tercapai untuk bisa berbagi ilmu yang sedikit dan semoga bermanfaat.

Man Jadda Wa Jadaa !!!!


Yogyakarta, 9 November 2014

Minggu, 17 Agustus 2014

KISAH SEBUAH PASSPORT

Passport.....

Taken pict by Google

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.

Rabu, 30 Juli 2014

UNTUKMU IMAMKU.....


Pesan teruntuk calon Ayah anak-anakku..... serta teruntuk ikhwan dan akhwat yang diberkahi dan dikasihi Allaah....

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

PASANGAN IDAMAN :)



Taken pict by Google

Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan ini dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة
“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)

Minggu, 20 Juli 2014

SURAT KECIL UNTUK CINTA (Part 3) END





“Surat Kecil Untuk Cinta”  
Cerpen sastra



Setelah shalat Isya Ais terduduk di bibir tempat tidur kamar. Ayah dan ibu pergi ke solo, ke rumah nenek  setelah Ais di wisuda. Sementara Ais harus tetap di Jogja karena mengurus persiapan beasiswa  ke Turki juga menemani ustadzah Sayyida yang sedang ditinggal keluar kota. Ia buka kotak biru yang berpita biru dari Nizam. Di dalamnya ada kotak kecil berwarna merah dan sepucuk surat berwarna merah muda, ia buka kotak kecil berwarna merah  itu, betapa terkejutnya ia kotak kecil merah itu berisi cincin. Dengan segera ia buka sepucuk surat berwarna merah muda itu dan ia baca.

SURAT KECIL UNTUK CINTA (Part 2)


“Surat Kecil Untuk Cinta”

Cerpen sastra


Setelah selesai mengurus pendaftaran, segera ia bergegas pulang ke kosnya. Namun di parkiran ketika Ais sedang mengambil motor bersama fatimah, mereka bertemu dengan seseorang.

"Nyuwun sewu.. daftar santri?" Tanyanya.

"Iya mas..." Jawab Ais singkat.

"Yang mau daftar sinten (Siapa)?"

"Saya.." Jawab Ais..

“Fatimah ndak sekalian?”

Ndak mas, Ais saja hehe” Jawab Fatimah.

“Maaf, ada hal apa pak ke pondok mas?” Ais melanjutkan.

Minggu, 29 Juni 2014

SURAT KECIL UNTUK CINTA (Part 1)




“Surat Kecil Untuk Cinta”
Cerpen sastra

            
         Jam satu siang. Langit Jogja biru terang. Matahari yang condong ke barat bagai memijarkan lidah-lidah api di petala langit. Hawa panas ini menjajah seantero kota, mencengkeram apa saja yang berani menantang pijar alam. Pelataran masjid UIN Sunan Kalijaga yang cukup nyaman  jika untuk bersantai khususnya bagi para mahasiswa, biasa membuat mereka lesehan di pelataran  masjid yang agak terpisah dengan masjid sehingga angin yang sepoi-sepoi cukup menyemilirkan waktu santai mereka.
Di dalam masjid suasananya tak jauh berbeda. Hawa panas sama sekali tak menjamahnya. Yang terasa adalah kesejukan, keamanan dan kedamaian. Disana-sini hamba-hamba Allah beribadah, shalat membaca al-Qur’an dan halaqah. Ketenteraman surgawi benar-benar hadir di dalam masjid UIN Sunan Kalijaga ini.

Kamis, 29 Mei 2014

SANG PEMETIK YANG BAIK HATI





Bak Mawar yang sedang Ranum-ranumnya




Mawar begitu indah nan mempesona
Dipandang menyejukkan mata, wanginya menenangkan jiwa
Tak ada yang tak suka dengan pesona dan aromanya
Ia akan tetap indah karena tak ada yang memetiknya sampai ia merekah
Ketika ada yang coba menyentuhnya, ia akan melindungi diri dengan durinya

Selasa, 27 Mei 2014

SIAPA DIA?



Ia Kirim Hidayah...

Gülhane Park

Tanpa sengaja jari jemari mungil ini membuka lembar-lembar kehidupannya yang tertuang dalam tulisan-tulisan. Membaca setiap hembusan nasihat yang diuntai indah dalam bentuk cerita, syair,  renungan, serta kisah hikmah lainnya. Tanpa tahu siapa dia, aura kecerdasan akan agama dan duniawi terpancar jelas dari tulisan-tulisan yang ia rangkai.  Berbagi tentang negeri yang ia jejaki.

Jumat, 23 Mei 2014

KITA SEHATI DAN SEKATA


Salaam rindu teruntuk sahabatku dikejauhan “Annisa Dwi Cahya” 
 Semoga Allaah selalu melindungimu dimanapun dan kapanpun,, Aamiin!!

KITA SEHATI DAN SEKATA WAHAI SAHABAT

Sebagian santriwati yang berfhoto bersama Ummi Rodiyah

 Fhoto diatas adalah salah satu moment-moment kita saat mendekati masa wisuda...
Tahukah engkau sahabatku, beberapa tahun yang lalu kita masih bersama..
Bersama-sama thalabul ‘ilmi serta mengabdi di jalan yang Allaah ridhai
Ditengah-tengah kesibukkan belajar dan mengajarkan ilmu kita masih sempat berbagi bukan?

Kamis, 22 Mei 2014

MAHKOTA AKHIRAT UNTUK AYAH DAN IBU



Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh….

Alhamdulillaah wasshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulil amiin wa ‘ala aalihi washahbihi ajma’iin…

 Generasi Qur’ani

Gedung Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Medan, Sumatra Utara. tampak dari belakang

Hidup dalam lingkungan pondok pesantren memberikan kesan dan pesan yang luar biasa. Salah satunya adalah dipertemukan dengan sosok yang luar biasa: Buya (Pimpinan pesantren), ustadz dan ustadzah, staff pekerja yang tak kan bisa disebut satu persatu, teman-teman baru, lingkungan baru dll. Semuanya serba baru tetapi sangat berkesan.

Rabu, 14 Mei 2014

PERNAH AKU MENGELUH



Pernah Aku Mengeluh
Puisi: Ustadz Taufiq Affandi
GontorTV


Bismillahirahmanirrahim..

Memang pernah aku mengeluh  dan bukan hanya sekali
Jumlah rerumputan di halaman kita mungkin lebih sedikit dari keluhku
Tidak usah kubandingkan diriku dengan intan yang begitu cadas dan selalu berkilau manis
Tak peduli sekuat apapun kamu menderanya
Tak peduli dari ketinggian apapun ia jatuh
Itu teramat langit bagiku

Minggu, 11 Mei 2014

PUSTAKAWAN NARSIS




AKU PUSTAKAWAN NARSIS
 

Taken pict by Google
Pustakawan.. oh.. Pustakawan..
Entahlah.. orang memandang seolah-olah engkau tiada, padahal engkau ada. Aku juga heran mengapa mereka memiliki paradigma seperti itu. Tapi ketika aku mengkaji ilmu yang berkaitan dengan perpustakaan, aku tahu apa penyebabnya. Ternyata mereka menganggap orang yang bekerja di perpustakaan itu bisa dari latar belakang apapun. Bahkan banyak juga yang hanya luusan SMA langsung bisa menjadi seorang pustakawan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, banyak juga tuh pejabat-pejabat yang kinerjanya dirasa tidak berkualitas akan ditempatkan di perpustakaan, seperti kejadian di Jakarta waktu lalu. Seolah-olah perpustakaan itu hanya tempat buangan. Miris bukan?

Kamis, 08 Mei 2014

CELOTEH PUSTAKAWAN


 
Taken pict by Google

AKU INGIN MENJADI PUSTAKAWAN SPESIALIS
Oleh: Rima Esni Nurdiana

Ringkasan
Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan sesuai dengan lembaga induk serta berdasarkan ilmu yang dimiliki melalui pendidikan. Pada hakikatnya pula, pustakawan dikatakan sebagai profesi. Karena memiliki Assosiasi profesi, memiliki latar belakang pendidikan yang jelas, memiliki kode etik, berorientasi pada jasa, dan adanya tingkat kemandirian.

SELAKSA MIMPI SEORANG PUSTAKAWAN


Taken pict by Google

Jam dua siang, langit Jogja biru terang. Matahari yang sedikit condong ke barat bagai memijarkan lidah-lidah api dipetala langit. Hawa panas menjajah angkasa, mencengkram apa saja yang menantang pijar alam. Tak ayal seorang mahasiswi pascasarjana yang sedang mengayuh sepeda juga menjadi sasaran lidah-lidah api di petala langit. Namun, angin siang masih memberikan semilirnya meskipun sang surya amat sangat garang siang itu. Berkibar-kibar kerudung merah yang ia kenakan tertiup oleh semilir angin. Dengan semangat ia kayuh sepedanya. Terlihat perjuangannya siang itu hingga butiran-butiran bening mengucur dari dahinya. Ia sapu butiran-butiran bening itu dengan punggung tangan kirinya di sela-sela ia mengayuh sepeda. Tapi tiada sedikitpun keluhan yang keluar dari mulut mungilnya. Ia menjalaninya dengan senang hati.

Muslimah Sejati


Allaah-ku...

Labuhkan ke-Istiqamah-an dalam hatiku

Agar kutahu nikmatnya bercinta dengan lautan ilmu

Yang semakin kuselami semakin membuatku rindu

Rindu pada-Mu Allaah-ku

Dan rindu pada utusan-Mu, Rasul-ku

Allaah-ku...

Butiran-butiran bening ini selalu mengalir dipipi

Membuat parasku semakin pucat pasi

Allaah-ku...

Muhasabah diri ini tiada henti

Guna mewujudkan impian yang sudah terpatri dihati

Aku hanya ingin menjadi muslimah sejati

Yang kehadirannya selalu dinanti dan dirindui

Yang kepergiannya selalu ditangisi

Aku hanya ingin menjadi muslimah sejati

Yang dilukiskan bak bidadari-bidadari surgawi

Yang selalu menyejukkan hati

Menjadi muslimah sejati yang berkancah dibumi

Dengan akhlaq Qur'ani yang melekat pada diri


Jogja, 03 Oktober 2013