Kamis, 29 Mei 2014

SANG PEMETIK YANG BAIK HATI





Bak Mawar yang sedang Ranum-ranumnya




Mawar begitu indah nan mempesona
Dipandang menyejukkan mata, wanginya menenangkan jiwa
Tak ada yang tak suka dengan pesona dan aromanya
Ia akan tetap indah karena tak ada yang memetiknya sampai ia merekah
Ketika ada yang coba menyentuhnya, ia akan melindungi diri dengan durinya

Selasa, 27 Mei 2014

SIAPA DIA?



Ia Kirim Hidayah...

G├╝lhane Park

Tanpa sengaja jari jemari mungil ini membuka lembar-lembar kehidupannya yang tertuang dalam tulisan-tulisan. Membaca setiap hembusan nasihat yang diuntai indah dalam bentuk cerita, syair,  renungan, serta kisah hikmah lainnya. Tanpa tahu siapa dia, aura kecerdasan akan agama dan duniawi terpancar jelas dari tulisan-tulisan yang ia rangkai.  Berbagi tentang negeri yang ia jejaki.

Jumat, 23 Mei 2014

KITA SEHATI DAN SEKATA


Salaam rindu teruntuk sahabatku dikejauhan “Annisa Dwi Cahya” 
 Semoga Allaah selalu melindungimu dimanapun dan kapanpun,, Aamiin!!

KITA SEHATI DAN SEKATA WAHAI SAHABAT

Sebagian santriwati yang berfhoto bersama Ummi Rodiyah

 Fhoto diatas adalah salah satu moment-moment kita saat mendekati masa wisuda...
Tahukah engkau sahabatku, beberapa tahun yang lalu kita masih bersama..
Bersama-sama thalabul ‘ilmi serta mengabdi di jalan yang Allaah ridhai
Ditengah-tengah kesibukkan belajar dan mengajarkan ilmu kita masih sempat berbagi bukan?

Kamis, 22 Mei 2014

MAHKOTA AKHIRAT UNTUK AYAH DAN IBU



Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh….

Alhamdulillaah wasshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulil amiin wa ‘ala aalihi washahbihi ajma’iin…

 Generasi Qur’ani

Gedung Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Medan, Sumatra Utara. tampak dari belakang

Hidup dalam lingkungan pondok pesantren memberikan kesan dan pesan yang luar biasa. Salah satunya adalah dipertemukan dengan sosok yang luar biasa: Buya (Pimpinan pesantren), ustadz dan ustadzah, staff pekerja yang tak kan bisa disebut satu persatu, teman-teman baru, lingkungan baru dll. Semuanya serba baru tetapi sangat berkesan.

Rabu, 14 Mei 2014

PERNAH AKU MENGELUH



Pernah Aku Mengeluh
Puisi: Ustadz Taufiq Affandi
GontorTV


Bismillahirahmanirrahim..

Memang pernah aku mengeluh  dan bukan hanya sekali
Jumlah rerumputan di halaman kita mungkin lebih sedikit dari keluhku
Tidak usah kubandingkan diriku dengan intan yang begitu cadas dan selalu berkilau manis
Tak peduli sekuat apapun kamu menderanya
Tak peduli dari ketinggian apapun ia jatuh
Itu teramat langit bagiku

Minggu, 11 Mei 2014

PUSTAKAWAN NARSIS




AKU PUSTAKAWAN NARSIS
 

Taken pict by Google
Pustakawan.. oh.. Pustakawan..
Entahlah.. orang memandang seolah-olah engkau tiada, padahal engkau ada. Aku juga heran mengapa mereka memiliki paradigma seperti itu. Tapi ketika aku mengkaji ilmu yang berkaitan dengan perpustakaan, aku tahu apa penyebabnya. Ternyata mereka menganggap orang yang bekerja di perpustakaan itu bisa dari latar belakang apapun. Bahkan banyak juga yang hanya luusan SMA langsung bisa menjadi seorang pustakawan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, banyak juga tuh pejabat-pejabat yang kinerjanya dirasa tidak berkualitas akan ditempatkan di perpustakaan, seperti kejadian di Jakarta waktu lalu. Seolah-olah perpustakaan itu hanya tempat buangan. Miris bukan?

Kamis, 08 Mei 2014

CELOTEH PUSTAKAWAN


 
Taken pict by Google

AKU INGIN MENJADI PUSTAKAWAN SPESIALIS
Oleh: Rima Esni Nurdiana

Ringkasan
Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan sesuai dengan lembaga induk serta berdasarkan ilmu yang dimiliki melalui pendidikan. Pada hakikatnya pula, pustakawan dikatakan sebagai profesi. Karena memiliki Assosiasi profesi, memiliki latar belakang pendidikan yang jelas, memiliki kode etik, berorientasi pada jasa, dan adanya tingkat kemandirian.

SELAKSA MIMPI SEORANG PUSTAKAWAN


Taken pict by Google

Jam dua siang, langit Jogja biru terang. Matahari yang sedikit condong ke barat bagai memijarkan lidah-lidah api dipetala langit. Hawa panas menjajah angkasa, mencengkram apa saja yang menantang pijar alam. Tak ayal seorang mahasiswi pascasarjana yang sedang mengayuh sepeda juga menjadi sasaran lidah-lidah api di petala langit. Namun, angin siang masih memberikan semilirnya meskipun sang surya amat sangat garang siang itu. Berkibar-kibar kerudung merah yang ia kenakan tertiup oleh semilir angin. Dengan semangat ia kayuh sepedanya. Terlihat perjuangannya siang itu hingga butiran-butiran bening mengucur dari dahinya. Ia sapu butiran-butiran bening itu dengan punggung tangan kirinya di sela-sela ia mengayuh sepeda. Tapi tiada sedikitpun keluhan yang keluar dari mulut mungilnya. Ia menjalaninya dengan senang hati.

Muslimah Sejati


Allaah-ku...

Labuhkan ke-Istiqamah-an dalam hatiku

Agar kutahu nikmatnya bercinta dengan lautan ilmu

Yang semakin kuselami semakin membuatku rindu

Rindu pada-Mu Allaah-ku

Dan rindu pada utusan-Mu, Rasul-ku

Allaah-ku...

Butiran-butiran bening ini selalu mengalir dipipi

Membuat parasku semakin pucat pasi

Allaah-ku...

Muhasabah diri ini tiada henti

Guna mewujudkan impian yang sudah terpatri dihati

Aku hanya ingin menjadi muslimah sejati

Yang kehadirannya selalu dinanti dan dirindui

Yang kepergiannya selalu ditangisi

Aku hanya ingin menjadi muslimah sejati

Yang dilukiskan bak bidadari-bidadari surgawi

Yang selalu menyejukkan hati

Menjadi muslimah sejati yang berkancah dibumi

Dengan akhlaq Qur'ani yang melekat pada diri


Jogja, 03 Oktober 2013