Rabu, 03 Juni 2015

Tuhan.. Muara Cinta.



CUKUPLAH ASMARA INI

Tuhan…
Padamkan api ini.
Dia telah membakar segala ingatanku kepada-Mu sepanjang waktu.
Musnahkan benih-benih ini.
Aku khawatir ia akan tumbuh dalam hati yang muasalnya penuh dengan asma-Mu.

Tuhan…
Cukuplah sudah aku mengecap manisnya fitrah cinta
Yang bukan kutautkan pada-Mu dan Nabi-Mu.
Meski hanya sebatas kekaguman pada makhluk-Mu yang dhaif.
Ya, sebatas kagum. Tidak lebih.
Namun aku takut dengan setitik nista dalam hati ini
Justru menyebabkan kubang dosa yang kian menganga.

Tuhan…
Aku tak ingin merasakan cinta selain kepada-Mu.
Karena jika cinta kutautkan pada-Mu
Aku tak kan merasakan sakitnya cinta.
Aku tak kan menelan pahit getirnya rindu.
Karena jika itu tetap terjadi
Maka aku amat sangat takut hatiku penuh dengan kubangan dosa dan nista.

Tuhan…
Bukan aku ingin mendikte-Mu.
Aku hanya butuh perlindungan-Mu.
Karena kuyakin hanya Kaulah sebaik-baik pelindung.
Maka lindungilah aku dari segala dosa dan nista.
Yang bisa membuat-Mu murka.

Tuhan…
Sudahilah kobar asmara ini.
Karena yang ingin kukecap adalah cinta kepada-Mu.
Bukan kepada selain-Mu.

Maka Tuhan…
Biarkan ketetapan hatiku bermuara pada-Mu.
Teguhkan aku dalam agama-Mu.

--Tsabbit qalby‘ala dinik

Yogyakarta, 03 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar