Senin, 02 November 2015

'Kamboja' Flowers...


Dokumen Pribadi

Wanita itu laksana bunga; mempunyai sisi kelembutan tetapi juga harus mempunyai sisi ketegasan. Wanita itu pada dasarnya bukan hanya dilihat dzahir nya saja bukan juga dilihat secara indrawi saja. Wanita itu; lihatlah jika memang cantik parasnya, apakah cantik pula hatinya? Apakah briliant juga otaknya? Apakah indah juga akhlaqnya? Apakah tegas juga karakternya? Apakah terjaga iffah dan izzahnya? Apakah luas juga wawasannya? Dan yang paling penting sedalam apa pemahaman agamanya?

Wah banyak juga ya… Mungkin kah ada wanita yang memenuhi semua kriteria diatas? Ada atau tidaknya yang paling penting itu; tugas kita sebagai wanita adalah terus berproses untuk menjadi yang lebih baik lagi. 

Wanita, tak perlu kita melihat wanita lainnya karena tanpa disadari ada satu hati yang selalu berharap untuk kita lihat yakni “hati” kita sendiri. Sudah baikkah? Masih banyak titik hitamnya kah? Masih selalu lalai kah? Masih tetap keras kah? 

Wanita dahulu sebagai anak;
Ia dididik penuh cinta dan kasih oleh ayah dan ibu. Dengan segala harapan dan doa tulus yang selalu mereka sebut-sebut tanpa henti dalam sujud panjang mereka pada Tuhan bahwa kelak wanita kecil yang mereka didik akan tumbuh menjadi wanita yang berbakti, berkarakter, cerdas, kuat keagamaannya dan bisa membanggakan keluarga, agama, dan bangsa.

Wanita kini sebagai anak remaja;
Kini ia tubuh remaja dimana fase puber harus dilewati. Ayah dan ibu yang sedari wanita terlahir kedunia sudah menjaga dan mendidiknya sedemikian rupa kembali berpesan, “Hati-hati dengan virus merah jambu, Nak” Ucap mereka dengan penuh cinta. Kekhawatiran ayah dan ibu sudah bukan lagi seperti khawatir saat wanita kecil jatuh dari sepeda tetapi dimasa ini ayah dan ibu lebih khawatir dengan siapa wanita remaja itu bergaul? Bagaimana tingkat belajarnya? Apakah wanita remaja mereka bisa mengelola rasa? Dan lain sebagainya. Maka pada fase ini ayah dan ibu akan lebh banyak bertanya lagi pada wanita remaja tentang segala hal.

Ayah dan ibu paham, pada fase ini wanita remajanya sedang tumbuh menjadi dewasa dimana untuk mencapai itu wanita remaja akan melewati masa puber dan masa labil. Sehingga sudah lumrah pada fase ini ayah dan ibu lebih ketat dalam pengawasan dan lebih banyak turut serta dalam hidup wanita remaja. Ketahuilah itu demi kebaikan wanita remaja.

Wanita kini sudah dewasa;
Pada fase ini wanita yang dididik penuh cinta sudah tumbuh dewasa. Dimana ia bisa menentukan dan berpikir matang dalam mengambil keputusan. Ayah dan ibu masih tetap mengarahkan karena wanita dewasa masih dan akan selalu perlu dan butuh akan didikan mereka. Setelah melalui masa-masa panjang dalam mendidik wanita, pada fase ini ayah dan ibu akan belajar rela melepas wanita mereka untuk hidup dengan partner barunya dalam mengarungi samudra kehidupan.  Sehingga tak sedikit juga ayah dan ibu yang turut serta dalam menentukan partner hidup wanita dewasa. Ketahuilah itu karena mereka ingin kau bahagia wahai wanita. Tentu setelah apa yang mereka lakukan selama bertahun-tahun dengan segala cinta dan kasih pun juga pengorbanan yang tak terhitung, mereka juga ingin partner hidup wanita bisa berbuat seperti apa yang mereka buat.

Wanita menjadi Istri;
Pada fase ini bakti wanita bukan hanya pada ayah dan ibu saja tetapi juga pada partner hidupnya; makhluk yang bernama “suami”. Dimana tiket masuk surga juga ada padanya. Pada fase ini wanita juga akan lebih paham kepada ibu sosok bidadari yang selama ini menghabiskan waktu hanya untuk ayah dan ia. Paham bagaimana pengorbanan dan perjuangan ibu sebagai istri agar suaminya bahagia. Selain memahami bagaimana posisi ibu sebagai istri, wanita juga akan banyak belajar dari ibu untuk menjadi istri yang baik seperti ibunya kepada ayahnya.

Wanita menjadi ibu;
Wanita tiket surgamu bertambah lagi dengan hadirnya “anak” dalam keluarga kecilmu. Disini wanita akan merasakan betapa tidak mudah mendidik anak. Maka secara sadar wanita akan ingat lagi pengorbanan dan perjuangan ayah dan ibu untuk dirinya. Mereka sosok yang berjuang mati-matian dan usaha keras agar wanita bahagia.

Maka demi harapan ayah dan ibu saat wanita masih kanak-kanak, demi juang mereka dalam mendidik wanita hingga tumbuh remaja, dewasa, sampai menjadi ibu penting wanita tidak menyia-nyiakan semua perjuangan dan pengorbanan itu. Wanita dengan segala didikan penuh cinta, jadilah wanita; yang brilliant otaknya, indah akhlaqnya, tegas karakternya, cerdas pikirnya, teduh parasnya, dan mahir agamanya. Sehingga ada korelasi antara cantik paras dengan cantik hatinya.

Dari sedikit banyak bagimana perngorbanan ayah dan ibu untuk wanita ; yang sekolah, masih tetap males belajar? Yang kuliah, masih tetap bolos kuliah? Masih pengen main terus? Seriusnya kapan? Kapan nih mengharumkan nama keluarga, agama, dan bangsa?  Mulai berprinsip yang baik yuk! Mulai fokus dan serius menggapai cita yuk! Mulai sibuk belajar yuk! Sibuk sama keluarga dulu yuk!

Kau, cantik hati!
Kau, cantik paras!
Wanita!


Yogyakarta, 2 November 2015.
Pesan cinta kepada pembaca dari sosok sederhana yang masih haus dahaga akan ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar