Senin, 20 April 2015

The Power of “Apa Kabar?”

Apa kabar? Mungkin ini kalimat sederhana yang paling sering diucapkan oleh siapapun. Dan yang sering dinarasikan sebagai sebuah kalimat yang cenderung dianggap biasa, hanya sebatas untuk berbasa-basi. Tapi tidak demikian denganku. Kalimat “Apa Kabar?” terdengar begitu istimewa di indra pendengarku. Tentu saja bukan karena tak ada yang menanyakan kabarku. Aku juga sama seperti kalian yang memiliki banyak sahabat, guru, ustadz, umi, buya dan yang lainnya.

Rabu, 15 April 2015

Ada Cinta di Pesantren...

Rindu yang Tak Bertepi…
“…….Hanya dengan mendengar celotehmu, hatiku mengharu biru menahan rasa rindu yang bergemuruh dalam kalbu. Hanya dengan menatap parasmu melalui album fhoto yang tersimpan dalam laptopku, butiran bening mulai menitik dari dua bola mataku. Dan hanya dengan terus mengingat kenangan manis bersamamu, aku sadar, bahwa betapa banyak orang yang sangat mencintaiku dan kucintai. Sayang adik kelas……..”
Photo by Mr. Google


Jogja-ku melarut, meski tanpa bintang gemintang. Juga tanpa bulan yang kadang menjadi temaram planet bumi sebagai penerang. Gulita, hanya berselimut angin yang sesekali menyentuh pepohonan juga suara jarum jam yang terus berputar menimbulkan dentingan suara yang indah, menurutku. Ya, setidaknya menjadi pemerdu indra pendengarku disamping mendengarkan Murattal Syaikh Mishary Rashid al-‘Afasy, Syaikh Fahd al-Kandery, ataupun lagu kebangsaan yang menjadi favoritku.

Selasa, 14 April 2015

You Made Me Feel Comfortable...

 Well..

Langit Jogja mulai menghitam. Angin perlahan tapi pasti berhembus lebih kencang. Daun-daun diranting pepohonan mulai berjatuhan. Mata-mata didalam kelas mulai melempar pandang keluar jendela. Dan tes.. tes… tes.. Hujan mengguyur seantero Jogja. Bermula gerimis dan tak berapa lama, menderas. Salah seorang mahasiswi yang turut dalam kelas mulai merenung ditengah-tengah dosen yang masih terus memberi penjelasan tentang statistik yang bercampur aduk dengan suara hujan yang bergemuruh.