Minggu, 28 Agustus 2016

Sedulur Panggung; Pencak Silat 4 Jam di Monumen SO 1 Maret

Taken pict by Hidaya Photograph
Tepat pada hari sabtu, 20 Agustus 2016 berlokasi di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Malioboro, Yogyakarta ada event yang sangat menarik yakni atraksi pencak silat selama 4 jam. Ada 313 peserta yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah) yang terdiri dari berbagai perguruan yakni Persaudaraan Setia Hati, Pagar Nusa, Teratai Putih, Merpati, Perisasi Diri,  Maenpo Cikalong dll. Pencak silat selama 4 jam yang dimotori oleh Tangtungan Project dan Paseduluran Angkringan Silat dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY sebagai penaja utama berjalan sangat meriah. 

Senin, 01 Agustus 2016

“Bambu” Bridge di Hutan Mangrove Kulon Progo


“Melakukan suatu perjalanan bukan tentang tempat yang akan dituju. Tapi dengan siapa kau kesana. Seindah apapun tempatnya kadang bahagiamu tergantung dengan siapa partner perjalananmu.” –Rima Esni Nurdiana.
 
Taken pict by Hidaya Photograph
Memasuki semester 7. Baru sadar sesadar-sadarnya ternyata sudah tidak di semester muda lagi, lebih tepatnya sudah memasuki semester penuh tanya. Kapan KKN? Kapan PPL? Skripsi udah selesai? Kapan Munaqasah? Kapan Yudisium? Kapan Wisuda? Mana Calonnya? Kapan Nikah? Mau lanjut S2 lagi? Dan bla… bla.. bla… huufffttt hehe

Jumat, 06 Mei 2016

Menjadi biasa seiring berjalannya waktu


Taken pict by www.pinterest.com
Dulu, petuah mengatakan bahwa yang sering mengabari akan kalah dengan yang selalu ada. Tapi seiring berjalannya waktu, yang selalu ada akan pergi juga; sibuk dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan itu tanpa disadari telah membuat jeda antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadi raja yang membatasi antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menghilangkan rasa saling memiliki. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadikan keduanya sosok yang saling tak bertegur sapa. Kesibukan itu tanpa disadari membuat keduanya terbiasa sibuk sendiri. Kesibukan itu tanpa disadari telah menyadarkan keduanya bahwa yang selalu ada pada akhirnya juga berlaku seperti sosok yang dulu hanya memberi kabar. Kesibukan itu telah mengubah ia yang selalu ada menjadi ia yang selalu mengabari. Apakah kesibukan lantas membunuh rasa yang dulu pernah ada? Rasa untuk terus bersama, rasa untuk terus bertegur sapa lebih dari sekedar mengirim pesan via ponsel, rasa untuk selalu ada waktu untuk sekedar berdiskusi atau mengobrol tentang sesuatu hal.

Kamis, 05 Mei 2016

Hanya ingin.. Ingin..


Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


AKU INGIN

Aku ingin menggenggam tanganmu
Yang siap diajak melangkah, berjalan, dan berlari bersama
Dengan tunduk dan patuh bernaung dibawah titah Tuhan kita yang sama

Aku ingin digenggam tanganmu
Yang siap menuntun, membimbing, dan mencintaiku tanpa batas
Dengan segala kasih dan sayang yang tak pernah purna
Meski nanti tua menyapa

Aku ingin kita saling menggenggam
Tak peduli kayu terbakar api menjadikannya abu
Tak peduli awan hitam menggumpal menjadikannya hujan
Dan ketakpedulian yang lainnya

Aku hanya ingin kita saling menggenggam
Untuk menjadikannya menunggal satu dalam hati dan pikiran

Jogja, 5 Mei 2016

Minggu, 01 Mei 2016

Selamat Datang Mei-ku :)


Taken Pict by hddesktopwallpapers.in


Mei Bulan Diamku

Tak ada yang lebih baik
Dari diam yang kucipta
Menutup rapat mulut ini
Dan membuka lebar mata pun juga telinga ini

Perempuan


Bunga Putri Malu | Taken Pict by Me

Terlahir sebagai perempuan adalah takdir. Tetapi tumbuh menjadi perempuan tegas, cerdas, dan berkarakter yang indah akhlaqnya, teduh parasnya, brilliant otaknya, ibadah setiap langkahnya, iffah dan izzah kehormatannya, titah Tuhan pegangannya, serta keindahan lainnya adalah pilihan.

Entah sudah kali ke berapa aku menulis tentang sosok yang sangat memiliki pengaruh besar bukan hanya bagi keluarga tapi juga nusa, bangsa, dan agama. Dimana ia dijadikan salah satu tonggak dalam memperbaiki generasi bangsa dari kasih sayang dan kecerdasannya dalam melahirkan dan mendidik para generasi bangsa. 

Sabtu, 30 April 2016

Lelaki Idaman itu; Ku panggil ia ‘My Prince’

Taken Pict by abiummi.com
Semakin jauh jarak yang memisahkanku dengannya membuat aku semakin banyak menyadari  bahwa cintanya benar-benar tulus. Dengan segala kasih dan sayangnya yang selalu tercurah membuat aku terharu saat merinduinya. Apalah daya ketika jarak menjadi raja antara aku dengannya. 

Wahai lelaki idamanku, aku bahagia terlahir sebagai putri kecilmu dan entah harus bagaimana aku berterimakasih atas semua yang telah kau berikan dan lakukan untukku. Aku sadar sekali, apa pun yang kulakukan takkan bisa menggenapkan baktiku kepadamu tapi aku selalu berusaha untuk selalu membahagiakanmu.

Jumat, 29 April 2016

Sate Madura ala-ala Jogja


Taken Pict by Me
Memiliki selera makan yang sama itu sangat menyenangkan, seperti aku pun juga partner traveling-ku. Salah satu menu favorit kami adalah sate. Di Jogja ini, banyak sekali sajian sate dari berbagai daerah namun yang sering kami santap adalah sate Madura. Eitssss sebetulnya ada satu sate yang enggak ada di Jogja dan aku merindukan itu, yakni ‘sate matang’ khas dari kampung halamanku, Aceh hehe Teringat sate matang dengan kuah karinya, tumpukan tusukan satenya, dan enak sekali pokoknya. Bikin tambah home sick aja berhubung saya sudah jadi mbak Tayibah di tanah rantau ini hihi.

Bikin Home Library di Rumah Yuukkkkk Ayah.. Bunda..


Taken Pict by www.grandhome.dynu.net
Di era informasi seperti ini maka hakikatnya tidak ada lagi anggapan ‘sulit’ untuk memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan informasi bisa didapat dimana saja, kapan saja, dan melalui apa saja. Namun dengan semakin berkembang pesatnya informasi yang ada bahkan hingga mengalami ledakan informasi (information explosion) ini ternyata juga dibarengi dengan semakin berkembang pesatnya teknologi. Ada hal urgent yang perlu di perhatikan bahwa penggunanaan teknologi yang kadang kala tidak sesuai dengan kegunaannya. Seperti adanya teknologi dalam bentuk media televisi. Ini secara sadar sudah menggerogoti budaya bangsa, utamanya kalangan generasi muda dimana mereka lebih suka memperoleh informasi melalui “menonton” televisi daripada langsung melakukan aktivitas “membaca” untuk memperoleh informasi. Hal ini tidak menjadi masalah ketika informasi yang mereka cari di televisi juga diimbangi dengan pencarian informasi dalam bentuk lain seperti buku, Koran, dll. Sehingga tidak heran jika budaya menonton kini sudah menggeser budaya bangsa yang sebenarnya. 

Kalibiru ; Mencipta Kekaguman padaNya dan padamu


Taken Pict by jogja.kotamini.com

Tepat 22 Agustus 2015, kita berlibur ke Kalibiru yang berlokasi di Jl. Sermo-Kalibiru, Hagrowilis, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.

Niat awal memang ingin mengajak teman sekelas, namun kebetulan semuanya sedang punya kesibukan masing-masing. Hanya seorang yang siap diajak traveling ‘Almer Samantha Hidaya’ seorang teman yang siap menemani traveling-ku menjelajah tempat yang ingin aku jelajahi hehe..

“Prasangku, Tuhan tak rela membiarkanku berjalan sendiri, maka dikirimlah seorang teman dalam segala hal agar aku tak sendiri”Hihihi

Minggu, 24 April 2016

Diam Memupuk Rindu



Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


SEMENTARA KITA AKAN SALING BERDIAM

sementara kita akan saling berdiam
untuk lebih lama memupuk rindu
pada cinta yang tak pernah purna
oleh waktu dan kerasnya guncangan hati dalam jiwa dan raga

ketika kita saling berdiam
di luar semakin sengit kita merenung
sudah dewasa kah kita?
sudah serius kah komitmen kita?
dan sudah bermartabat kah cara kita menjaga komitmen kita?

ketika kita masih terus berdiam
hakikatnya kita semakin takut kehilangan

Jogja, 24 April 2016.

Rabu, 06 April 2016

Untukmu Lelaki Hebatku, Terimakasih untuk Semua Rasa Cemburu yang Kau Berikan.


Taken pict by uk.pinterest.co
Tidak terasa sudah hitungan detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun telah kita lalui bersama. Ternyata sudah banyak pula kita lewati berbagai macam peristiwa yang tak pernah kuduga dan kusangka. Semua badai sudah kita tenangkan. Semua gelombang sudah kita redakan. Semua luka sudah kita sembuhkan. Dan semua rintangan lainnya sudah kita hadapi dan selasaikan bersama. Hebatnya kita, meski sering kita berdebat mulai dari hal-hal sepele sampai hal-hal yang lebih berat; kita bisa menyelesaikannya. Hebatnya kita, meski sering berbeda pendapat mengenai suatu keilmuan baik agama atau pun umum yang kita bahas, rasa ‘rindu’ selalu terucap dengan tulus dari lisan, hati, dan jiwa kita setiap kali hening malam menyapa. Kalau dipikir-pikir, kita begitu konyol. Dan itu sudah kita sadari. Tapi katamu, kekonyolan kita itu justru membuat kita semakin menikmati; kita. Apa adanya.  

Kamis, 24 Maret 2016

Mantai dulu; Parangtritis Beach


Taken pict by wonderfuljogja.xyz
Ngomong-ngomong tentang Pantai Parangtritis nih, sebetulnya entah sudah berapa kali aku kesana. Tapi baru bisa ditulis sekarang hehe Dulu saat baru tiba di Jogja, kurang lebih tiga tahun lalu kali pertama aku diajak mantai ke Parangtritis bareng mbak-mbak rempong dan kece hehe Iya, dulu baru menjejakkan kaki di Jogja sudah kenal traveling hehe ng-explore Jogja gitu hehe

Masih di tanggal 16 Oktober 2013; usai menikmati hehijauan di Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan, kami melanjutkan main ke Pantai. Sekalian makan siang maksudunya hehe Kami menuju Pantai Parangtritis yang berada di selatan kota Yogyakarta yakni di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Pantai; aku suka. Anginnya berhembus menyejukkan. Hamparan laut birunya menenangkan. Pepohonan sekitarnya menghijaukan. Penyu-penyu mungil mempercantik pasir pantai. Delman menyemarakkan pinggiran pantai dengan jejak-jejak kaki kudanya. Wisata kuliner disekitarnya. Juga keramahtamahan warga Jogjanya yang begitu khas. Aku suka….

The Beautiful Green Forest; Dari Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan..

Time for us..
Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan Taken pict by www.travelingcow.com
“Keindahan alam yang kau jejaki itu berdurasi dengan kebersamaan yang menyelimuti. Semakin jauh dan lama kau meniti keindahan alam yang Tuhan sajikan, maka semakin hangat pula kebersamaan bersama partners traveling-mu juga semakin besar pula rasa syukur-mu kepada Sang Maha Pemberi Kebahagiaan”.—Rima Esni Nurdiana.

Once upon a time… Tepat pada tanggal 16 Oktober 2013 aku beserta mbak-mbak rempong dan kece badaiku; kami ngebun buah, mantai dan muncak. Nah untuk kali ini kita bahas edisi ngebun buah ya.

Saat itu, aku baru menetap di Jogja kurang lebih selama 2 bulan dan langsung diajak muter-muter Jogja sama mbak-mbakku. Mbak Fidha, mbak Inggi, mbak Umi, dan mbak Yanti. Hehe Quality time for girls hehe

Rindu Bermain Air? Nyeger dulu di Air Terjun Kedung Pengilon..


Hallo.. Itu yang ada difoto bukan aku. Bukan teman aku. Ataupun siapaku. berhubung waktu main ke Kedung Pengilon kamera mengalami 'kehabisan baterai' jadi tidak ada dokumentasi yang banyak hanya ada satu tapi saya letak diakhir hehe Dan untuk dapat view tentang Kedung Pengilon yang lebih mendukung terpaksa nyomot foto orang lain hehe Tak mengapa, asal tetap masukin sumber supaya tak plagiasi hehe...

Saat itu, tepat pada Rabu 9 Maret 2016. Usai menyaksikan gerhana matahari di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, kami putuskan untuk wisata ke Air terjun Kedung Pengilon. Lagi dan lagi hanya dengan bermodal ‘google map’ as always hehe kami meluncur menuju lokasi.

Minggu, 20 Maret 2016

Ketemu Si Bolang di Kedung Jurang Pulosari


Hai.. Namaku Wawan | Taken by Me
Tepat pada hari Minggu, 6 Maret 2016, usai berkegiatan bakti sosial dan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan; aku, Ririn, Hana, dan Kunto pergi menelusur jalanan menuju Kedung Jurang Pulosari yang berada di Desa Wisata Krebet Sandangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Tempat wisata yang satu ini terbilang belum begitu familiar karena belum banyak diketahui orang. Jangan tanya bagaimana cara kami kesana. Karena seperti biasa, kami terbiasa ber-traveling dengan bermodalkan google map dan tanya warga hehehe

Universitas Brawijaya; I'm Coming..


ALUS dan HMPIP | Taken by +ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 
Cerita ini berlanjut dari perjalanan di Blitar. Pada Sabtu, 27 Februari 2016; kami menghabiskan waktu di Blitar dari pukul dua sampai pukul lima. Setelah itu kami sebelas delegasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melanjutkan perjalanan ke Malang.

Usai shalat ashar, kami berpamitan dengan bapak dan ibu teman kami, Almer. Kami dibekali nasi goreng super gede porsinya untuk menunda lapar kami saat baru tiba di Malang.

Kembali ke Blitar; Aku Datang….


Nationalistic-Patriotic | Taken pict by Photographer
Ini adalah kali kedua aku menjejakkan kaki ke Blitar dengan agenda yang sama yakni membawa tugas organisasi. Namun tujuan kegiatan bukan lah Blitar, tetapi Malang. 

Sabtu, 27 Februari 2016 Aku bersama sebelas anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan lainnya melakukan perjalanan dari Jogja menuju Blitar. Saat itu, pada pukul tujuh pagi kami sudah tancap gas. Dengan mobil Elf Travel kami melakukan perjalanan melewati Klaten-Solo-Ngawi-Madiun-Nganjuk-Kediri-Blitar.

Sabtu, 19 Maret 2016

Takjub; Masjid Agung Mataram Kotagede & Makam Raja Mataram

Wisata Religi...
Taken pict by www.njogja.com
Menyusuri kota Jogja di sore hari menimbulkan sensasi tersendiri. Aku sendiri yang sudah lelah dengan keramaian kota perlu mengunjungi tempat-tempat yang mendatangkan kedamaian. Jadilah, akhirnya berkunjung ke Masjid Agung Mataram Kotagede dan Makam Raja Mataram. Bukan hanya mendapat ketenangan tetapi disana aku juga mengetahui sejarah yang berkaitan dengan Masjid Agung Mataram Kotagede dan Makam Raja Mataram.

Saat itu, bersama partner traveling-ku. Kami berkunjung ke Masjid Agung Mataram Kotagede dan Makam Raja Mataram. Tepatnya pada tanggal 16 Januari 2016.

Kita Muda sedang Piknik

We Are Family...
We Are; Harmonis & Romantis
Tepat 12 Januari 2016, keluarga kelas A Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan piknik. Ya, kami membuat agenda piknik setelah kesibukan di semester 5 yang sangat menguras tenaga bahkan hampir-hampir membunuh rasa kemanusiaan kami. Selain itu juga membuat waktu kami berkumpul tidak begitu intens seperti semester sebelumnya. Maka agar suasana kembali harmonis dan romantis seperti sedia kala kami mengadakan piknik. Ya memang di semester 5 banyak hal yang kami lalui, menguras tenaga, pikiran, hati, dan perasaan eh? Hehehe intermezoooo hehe

Jumat, 18 Maret 2016

Perempuan yang tak peka & lelaki yang tak pernah menyerah


Seperti kuas dan kanvas...
Seperti mendaki; harus saling menguatkan dan mengutamakan..
Taken pict by rockytopsportsworld.com
Peristiwa perjumpaan antara perempuan yang tak peka dengan lelaki yang tak pernah menyerah adalah sebuah kenyataan. Nyata terjadi dalam kehidupan ini. 

Ia perempuan yang pandai menyembunyikan rasa atau kadang sebaliknya; pandai membiarkan dengan begitu tega lelaki yang ‘merasa’ kepadanya. Bukan hidupnya yang terlampau begitu lurus-lurus saja. Ia terbilang perempuan yang cakap, ramah, mudah bergaul, berkarakter, tegas, dan cerdas pula. Bukan hidupnya yang lurus, tetapi ia hanya menjaga izzah dan iffahnya sebagai muslimah. 

Semarang Journey.. Toleransi Keberagamaan.

Jalan-jalan; Semarang, 4 Februari 2016.
“Toleransi keberagamaan tanpa melunturkan iman. Hanya agar bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain dan hidup rukun berdampingan sebagai sesama warga negara juga sesama makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Karena yang demikian lebih mendamaikan.” –Rima Esni Nurdiana.

Bersama Dewi Kwam Im | Taken pict by Photographer | +Samantha Hidaya 
Pada dasarnya agama sangat berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Agama merupakan pedoman, pembimbing, serta pendorong manusia untuk terus menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Agama bukan hanya diketahui tetapi harus dipahami, diyakini, dan diamalkan perintah dan ajarannya oleh manusia serta ditinggalkan apa yang dilarang oleh agama. Peran agama sangat penting, bukan hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri, mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lain, dan mengatur hubungan antara manusia dengan alam.

Kamis, 10 Maret 2016

A Water Castle-nya Jogja: Taman Sari

Hallo…. :D
Ini dia Danaunya | Taken by Me

Well… Sudah hampir tiga tahun hidup di Jogja tapi baru dolan-dolan ke Taman Sari tanggal 8 Januari 2016. Selama tiga tahu kemana saja ya? Hehe Selama tiga tahun ini hanya dilewati saja hihi Sejujurnya sejak dulu bukan tak mau, tetapi selalu saja enggak bisa main ke Taman Sari hehe
Oh iya, namanya memang Istana Air Taman Sari tapi secara umum yang kudengar warga ataupun pendatang di Jogja menyebutnya secara singkat saja “Taman Sari”. Letaknya cukup mudah dijangkau yakni di Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta. Hemm tidak begitu jauh dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Alun-alun Utara dan Malioboro. Biasanya para wisatawan luar Jogja yang sedang menelusur Malioboro sekalian mampir ke Taman Sari dengan naik Delman atau Becak. Kalau naik becak biayanya sekitar Rp5000,- kata seorang teman dan jika harga masih tetap sama.

Ada yang Tetanggaan; Kebun Teh dan Gunung Kukusan


Weekend.. Weekend..
Holiday.. Holiday..
Piknik..Piknik… hehe

Tepatnya Selasa, 26 Januari 2016 waktu untuk memanjakan mata dan menyegarkan pikiran dengan berkunjung ke tempat yang hijau-hijau dan sepoi-sepoi anginnya hehe Kebun Teh I’m Coming :D

Kesibukan input KRS untuk semester enam usai meski ada beberapa hal yang harus diurus lagi. Enggak kerasa udah semester tua aja hehe. Harus lebih fokus lagi kuliahnya karena proposal sudah harus finishing dan presentasi, tak lama menyusul juga kkn, ppl, dan skripsi.. terus, Wisuda haha eh Munaqosyah dan Yudisium dulu (sidang skripsi hehe). 

Sabtu, 05 Maret 2016

Dari Kedung Pedut ke Candi Abang..

#ALUSPIKNIK
 
Green. Fresh. | Taken by Me | No effect needed.
Hastagnya gitu aja. Hehe Karena ngexplore Jogja kali ini bareng temen-temen ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (Meski hanya beberapa orang sahaja hehe).

Minggu, 3 Januari 2016. Ini memang diagendakan untuk sekedar dolan bareng. Niatnya sih biar sedikit rehat pikirannya. Jadi harus di-restart lagi dari berbagai kesibukan hehe Salah satunya dengan wisata alam hehe

Ada sepuluh personil dalam rangka ALUS Piknik ini. Maka dengan mengendarai motor kami menempuh perjalanan menuju Kedung Pedut di desa wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta.