Senin, 29 Februari 2016

Grojokan Sewu: Tawangmangu

Grojokan Sewu
Taken pict by +Samantha Hidaya 

Ini adalah tempat yang kami kunjungi setelah Astana Giribangun. Ada rasa penasaran; bagaimana Grojokan Sewu sekarang. Sebab dulu saat masih kanak-kanak aku pernah kesini bersama keluarga.

Grojokan sewu ini berada di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tepatnya tak begitu jauh dari kediaman nenek. Hanya sekitar satu jam saja. dan, grojokan sewu ini berada di pegunungan lereng barat Gunung Lawu

Sepanjang jalan menuju grojokan sewu, mata akan amat sangat dimanjakan. Bagaimana tidak, hamparan hehijauan, udara sejuk tanpa polusi, nuansa alam yang sangat alami, jalan mulus menanjak perbukitan yang indah, pegunungan yang menjulang gagah dengan pepohonan yang rapi, kabut yang sesekali menyapa, dan entah apa lagi perumpamaan untuk menyebut setiap keindahan yang ada di sepanjang jalan. Selain keindahan itu, kami juga melewati vila klasik yang berdiri gagah di perbukitan. Begitulah indahnya suguhan disepanjang jalan, terasa sangat damai dengan keramahan alam yang masih terjaga.

Kami tiba di Grojokan sewu. Biaya yang dikenakan seperti biasa: tiket parkir kendaraan dan tiket masuk. Saat tiba, adzan dzuhur berkumandang jadi kami shalat terlebih dahulu. Kemudian dengan tiket sebesar lima belas ribu rupiah perorang kami memasuki kawasan grojokan sewu.

Aku berdecak kagum. Memang sudah banyak perubahan. 

Kami menuruni tangga yang tak sedikit jumlah anak tangganya. Hal ini kutahu ketika sudah keluar dari kawasan grojokan sewu yakni ada 1250 anak tangga. Wooww… Maashaa Allah..


Oke, kami terus menuruni tangga yang disekitarnya pepohonan menjulang tinggi, ada beberapa macam bunga juga, ditambah monyet-monyet yang tak sedikit jumlahnya. Jadi peringatan bagi pengunjung, jangan menampakkan plastik (kresek) atau pun makanan saat memasuki kawasan grojokan sewu ini karena nanti bisa diambil oleh si monkey hehe Ada cerita lucu tentang yang satu ini, tapi ceritanya nanti diakhir hehe

Oh iya grojokan sewu itu merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti kurang lebih adalah air terjun seribu. Iya sih, tiba di grojokan sewu sebagai point of view nya aku takjub. Indah sekali… Diapit tebing tinggi air yang jatuh tampak begitu cantik. Angin dan percikan air juga menyejukkan. Bayangkan saja; kita berdiri beberapa meter jauhnya dari jatuhnya air terjun tetapi percikan air seperti ngin menerpa-nerpa tubuh kita. Terasa sejuk sekali. Pantas saja, meski bukan di waktu weekend, tempat ini ramai dikunjungi. Seperti saat kami berkunjung, banyak wisatawan yang juga sedang melancong kesini..
 
Para pelancong. Taken pict by +Samantha Hidaya 
Hai… kami bawa cemilan untuk bangsa kami yang suka ngunyah hehe.. Lihat kanan, kiri, belakang, dan depan dulu hehe mendeteksi si monyet berada. Ada sih tapi jauh dari lokasi kami. Kami piker aman dan akhirnya kami ambil cemilan didalam tas, baru aja kresek-kresek suara plastik cemilan eh si monkey and the geng tiba-tiba muncul entah dari mana hahaha akhirnya kami batalkan untuk makan cemilan. Ini sih cerita lucunya menurut versiku hehe

Oh iya.. Di depan air terjun juga ada sebuah jembatan cantik “kretek pegat” atau “pegat sih”. Namanya unik pikirku, setelah ditelusur ternyata kurang lebih maksudnya jembatan itu sering menyebabkan perceraian yang dalam bahasa Jawa disebut “pegat”. Aduh… syukur aku enggak berhenti di jembatan itu wkwkwk. Dikedua ujung jembatan bertuliskan peringatan menggunakan aksara Jawa dan tulisan latin bahasa Indonesia; “DILARANG BERHENTI DI JEMBATAN” Beneran besar semua itu tulisan. Tapi aksara Jawanya tak paham saya, macam mana tulisannya hehe Nah, teman saya yang kritis sekali dan termasuk saya juga sedikit geram sih lihat kelakuan beberapa anak muda yang dengan santai berhenti di jembatan sambil foto-foto. Aduh mbak.. mas… itu tulisan diatasnya udah jelas lho… hehe

Taken pict by +Samantha Hidaya 

Oke.. sisanya kami semua menikmati keindahan yang tiada tara ini..
Terimakasih Tuhan atas segala nikmat-Mu yang tiada dua dan tiada tara..
Asykuruka ‘ala kulli haaliin:)

“Tidak ada perjalanan yang tidak indah… Semua perjalanan indah jika kita selalu menikmati dan mensyukurinya..”

Solo, 2 Februari 2016.
Ditemani senandung merdu:
“Whitney Houston - I will always love you-“
And I will always love you
I will always love you
I will always love you….
If I should stay, I would only be in your way…
So, I’ll go but I know I’ll think of you every step on the way…

Muslimah Traveler :)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar