Kamis, 05 Januari 2017

I'm Coming Malaysia with Banana :)

Hallo Malaysia
Dian, Rima, Almer
Tak terasa, semester sudah semakin menua dan tagihan hasil penelitian (skripsi) sudah diambang mata. Langkah pasti dan cepat segera diambil. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) segera dijalankan.

Oke, hitung-hitung mencari pengalaman dan teman baru maka Perpustakaan Universiti Malaya menjadi pilihan. Dengan perbekalan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari baik passport, tiket serta biaya hidup, kamis 29 September 2016 kami bertiga terbang ke Malayasia. Harusnya berenam, tetapi tiga teman lainnya sudah berangkat lebih awal pada tanggal 27 September 2016.

Minggu, 28 Agustus 2016

Sedulur Panggung; Pencak Silat 4 Jam di Monumen SO 1 Maret

Taken pict by Hidaya Photograph
Tepat pada hari sabtu, 20 Agustus 2016 berlokasi di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Malioboro, Yogyakarta ada event yang sangat menarik yakni atraksi pencak silat selama 4 jam. Ada 313 peserta yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah) yang terdiri dari berbagai perguruan yakni Persaudaraan Setia Hati, Pagar Nusa, Teratai Putih, Merpati, Perisasi Diri,  Maenpo Cikalong dll. Pencak silat selama 4 jam yang dimotori oleh Tangtungan Project dan Paseduluran Angkringan Silat dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY sebagai penaja utama berjalan sangat meriah. 

Senin, 01 Agustus 2016

“Bambu” Bridge di Hutan Mangrove Kulon Progo


“Melakukan suatu perjalanan bukan tentang tempat yang akan dituju. Tapi dengan siapa kau kesana. Seindah apapun tempatnya kadang bahagiamu tergantung dengan siapa partner perjalananmu.” –Rima Esni Nurdiana.
 
Taken pict by Hidaya Photograph
Memasuki semester 7. Baru sadar sesadar-sadarnya ternyata sudah tidak di semester muda lagi, lebih tepatnya sudah memasuki semester penuh tanya. Kapan KKN? Kapan PPL? Skripsi udah selesai? Kapan Munaqasah? Kapan Yudisium? Kapan Wisuda? Mana Calonnya? Kapan Nikah? Mau lanjut S2 lagi? Dan bla… bla.. bla… huufffttt hehe

Jumat, 06 Mei 2016

Menjadi biasa seiring berjalannya waktu


Taken pict by www.pinterest.com
Dulu, petuah mengatakan bahwa yang sering mengabari akan kalah dengan yang selalu ada. Tapi seiring berjalannya waktu, yang selalu ada akan pergi juga; sibuk dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan itu tanpa disadari telah membuat jeda antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadi raja yang membatasi antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menghilangkan rasa saling memiliki. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadikan keduanya sosok yang saling tak bertegur sapa. Kesibukan itu tanpa disadari membuat keduanya terbiasa sibuk sendiri. Kesibukan itu tanpa disadari telah menyadarkan keduanya bahwa yang selalu ada pada akhirnya juga berlaku seperti sosok yang dulu hanya memberi kabar. Kesibukan itu telah mengubah ia yang selalu ada menjadi ia yang selalu mengabari. Apakah kesibukan lantas membunuh rasa yang dulu pernah ada? Rasa untuk terus bersama, rasa untuk terus bertegur sapa lebih dari sekedar mengirim pesan via ponsel, rasa untuk selalu ada waktu untuk sekedar berdiskusi atau mengobrol tentang sesuatu hal.

Kamis, 05 Mei 2016

Hanya ingin.. Ingin..


Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


AKU INGIN

Aku ingin menggenggam tanganmu
Yang siap diajak melangkah, berjalan, dan berlari bersama
Dengan tunduk dan patuh bernaung dibawah titah Tuhan kita yang sama

Aku ingin digenggam tanganmu
Yang siap menuntun, membimbing, dan mencintaiku tanpa batas
Dengan segala kasih dan sayang yang tak pernah purna
Meski nanti tua menyapa

Aku ingin kita saling menggenggam
Tak peduli kayu terbakar api menjadikannya abu
Tak peduli awan hitam menggumpal menjadikannya hujan
Dan ketakpedulian yang lainnya

Aku hanya ingin kita saling menggenggam
Untuk menjadikannya menunggal satu dalam hati dan pikiran

Jogja, 5 Mei 2016

Minggu, 01 Mei 2016

Selamat Datang Mei-ku :)


Taken Pict by hddesktopwallpapers.in


Mei Bulan Diamku

Tak ada yang lebih baik
Dari diam yang kucipta
Menutup rapat mulut ini
Dan membuka lebar mata pun juga telinga ini

Perempuan


Bunga Putri Malu | Taken Pict by Me

Terlahir sebagai perempuan adalah takdir. Tetapi tumbuh menjadi perempuan tegas, cerdas, dan berkarakter yang indah akhlaqnya, teduh parasnya, brilliant otaknya, ibadah setiap langkahnya, iffah dan izzah kehormatannya, titah Tuhan pegangannya, serta keindahan lainnya adalah pilihan.

Entah sudah kali ke berapa aku menulis tentang sosok yang sangat memiliki pengaruh besar bukan hanya bagi keluarga tapi juga nusa, bangsa, dan agama. Dimana ia dijadikan salah satu tonggak dalam memperbaiki generasi bangsa dari kasih sayang dan kecerdasannya dalam melahirkan dan mendidik para generasi bangsa. 

Sabtu, 30 April 2016

Lelaki Idaman itu; Ku panggil ia ‘My Prince’

Taken Pict by abiummi.com
Semakin jauh jarak yang memisahkanku dengannya membuat aku semakin banyak menyadari  bahwa cintanya benar-benar tulus. Dengan segala kasih dan sayangnya yang selalu tercurah membuat aku terharu saat merinduinya. Apalah daya ketika jarak menjadi raja antara aku dengannya. 

Wahai lelaki idamanku, aku bahagia terlahir sebagai putri kecilmu dan entah harus bagaimana aku berterimakasih atas semua yang telah kau berikan dan lakukan untukku. Aku sadar sekali, apa pun yang kulakukan takkan bisa menggenapkan baktiku kepadamu tapi aku selalu berusaha untuk selalu membahagiakanmu.

Jumat, 29 April 2016

Sate Madura ala-ala Jogja


Taken Pict by Me
Memiliki selera makan yang sama itu sangat menyenangkan, seperti aku pun juga partner traveling-ku. Salah satu menu favorit kami adalah sate. Di Jogja ini, banyak sekali sajian sate dari berbagai daerah namun yang sering kami santap adalah sate Madura. Eitssss sebetulnya ada satu sate yang enggak ada di Jogja dan aku merindukan itu, yakni ‘sate matang’ khas dari kampung halamanku, Aceh hehe Teringat sate matang dengan kuah karinya, tumpukan tusukan satenya, dan enak sekali pokoknya. Bikin tambah home sick aja berhubung saya sudah jadi mbak Tayibah di tanah rantau ini hihi.

Bikin Home Library di Rumah Yuukkkkk Ayah.. Bunda..


Taken Pict by www.grandhome.dynu.net
Di era informasi seperti ini maka hakikatnya tidak ada lagi anggapan ‘sulit’ untuk memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan informasi bisa didapat dimana saja, kapan saja, dan melalui apa saja. Namun dengan semakin berkembang pesatnya informasi yang ada bahkan hingga mengalami ledakan informasi (information explosion) ini ternyata juga dibarengi dengan semakin berkembang pesatnya teknologi. Ada hal urgent yang perlu di perhatikan bahwa penggunanaan teknologi yang kadang kala tidak sesuai dengan kegunaannya. Seperti adanya teknologi dalam bentuk media televisi. Ini secara sadar sudah menggerogoti budaya bangsa, utamanya kalangan generasi muda dimana mereka lebih suka memperoleh informasi melalui “menonton” televisi daripada langsung melakukan aktivitas “membaca” untuk memperoleh informasi. Hal ini tidak menjadi masalah ketika informasi yang mereka cari di televisi juga diimbangi dengan pencarian informasi dalam bentuk lain seperti buku, Koran, dll. Sehingga tidak heran jika budaya menonton kini sudah menggeser budaya bangsa yang sebenarnya.